Home » Hobies » Bersepeda » Efek Bersepeda Tiga Hari Berturut-Turut

Efek Bersepeda Tiga Hari Berturut-Turut

Hai gaes apa kabar semuanya?? Tulisan saya kali ini ingin berbagi pengalaman mengenai hobi bersepeda saya, terutama buat teman-teman yang punya hobi sama juga dengan saya. Tulisan ini tampaknya harus benar-benar dibaca hihihi *maksa abis.

Jadi gini gaes, hobi saya kan bersepeda, trek favorit sepeda saya adalah menuju Warban. Bisa baca disini yang ingin tahu seputar Warban. Saya sendiri sudah bersepeda dari bulan Januari 2015, namun hobi ini tersalurkan biasanya satu minggu sekali yaitu di hari Minggu saja. Namun tidak untuk bulan-bulan Agustus ini, karena kuliah masih masuk di masa-masa liburan saya jadi gencar banget buat nyalurin hobi saya tersebut.

Lagi-lagi trek yang saya libas adalah trek menuju Warban. Menurut saya, saya masih kurang mampu untuk melibas trek-trek tanjakan menuju Warban ini. Jangankan Warban, trek untuk ke Tahura saja saya masih ngos-ngosan dan terkadang lebih banyak berhentinya. Nah, karena rasa penasaran itu akhirnya saya nge-push diri sendiri dari awal Agustus lalu untuk bersepeda seminggu dua kali yang niatnya menuju Warban tapi malah lebih banyak finish di Tahura hehehe. Dan memang ada hasilnya, sekarang lebih sedikit untuk melakukan istirahatnya, biasanya berhenti bisa 2-3 kali sebelum ke Tahura, sekarang bisa hanya 1 kali saja dan ngga memakan waktu lama. Paling berhenti untuk sekedar minum paling lama 2 menitan.

Kegirangan mampu menaklukan tanjakan-tanjakan menuju Tahura tersebut membuat saya semakin bersemangat dan akhirnya 21 Agustus – 23 Agustus lalu saya melatih untuk melawan tanjakan-tanjakan menuju Warban. Alhamdulillah lancar dan yang namanya istirahat bisa dipangkas. Mungkin karena saya sudah tahu teknik shifting dan juga teknik pernapasan yang baik untuk melibas tanjakan. Tentu saya senang sekali bisa melibas tanjakan-tanjakan menuju ke Warban ini. Namun, dibalik itu semua saya mengalami capek yang benar-benar capek. Kaki saya benar-benar pegal semua dan punggung terasa sakit sekali. Tangan juga mulai merasakan pegal. Sekedar memberi tahu, setelah pulang dari Warban biasanya saya ngga langsung pulang ke kosan di daerah Cikutra, tapi bersepeda dulu ke daerah kota baru balik ke kosan. Rata-rata bersepeda saya sehari adalah 40 km yang biasanya kalau pas pulang saya melatih cadence.

Disini saya benar-benar merasakan efek bersepeda tiga hari berturut-turut tanpa ada selang waktu sehari atau beberapa hari untuk beristirahat guna mengistirahatkan otot-otot yang ada di tubuh. Karena saya pernah baca di suatu artikel, kita diijinkan untuk berolahraga secara rutin dengan porsi 1 hari olahraga 1 hari mengistirahatkan tubuh agar bisa optimal kembali. Jujur saya sedikit tidak mempercayai artikel tesebut, saya berpikir mungkin artikel tersebut ditujukan untuk orang-orang yang usianya sudah diatas kepala 3. Namun, akhirnya saya membuktikan sendiri artikel tersebut. Saya melakukan bersepeda dengan tidak memiliki selang hari untuk mengistirahatkan tubuh dan langsung menanggung akibatnya. Benar-benar pegal semua ini badan dan terutama kaki terasa banget capenya. Entah ini karena tubuh saya yang belum terbiasa atau memang benar-benar efek tidak ada selang hari untuk mengistirahatkan tubuh dari sebuah hobi yang bernama bersepeda.

Buat teman-teman semua yang punya cerita sama, bisa dishare dong. Kali aja cerita sama namun hasilnya berbeda hehehe. Jujur saya masih penasaran, apa memang tubuh saya yang belum bisa terima atau memang ini efeknya??

549 total views, 1 views today

Check Also

Cyclo Computer Perlu Tidak Sih?

Alhamdulillah hari ada aksesoris baru yang saya beli untuk sepeda saya. Yupss sesuai judulnya, hari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *