Home » Chit-Chat » Pak Raden, Sosok Inspiratif Yang Menjadi Legenda

Pak Raden, Sosok Inspiratif Yang Menjadi Legenda

Kumis tebal dengan pakaian khas Jawa Tengah berwarna hitam serta blangkon yang selalu dikenakan diatas kepalanya dan tak lupa yang menjadi ciri khasnya yaitu kumis tebalnya. Siapa yang tak kenal dengan sosok laki-laki ini. Iya, beliau adalah Pak Raden dengan nama asli beliau Drs Suyadi. Pada hari Jum’at 30 Oktober 2015 lalu, Pak Raden menghembuskan nafas terakhirnya dikarenakan sebuah penyakit.

Pak Raden
Sumber gambar : Banyumasnews

Untuk anak-anak generasi 80-90an pasti tidak akan asing lagi dengan beliau. Beliau inilah sosok dibalik pencipta boneka unyil dan teman-temannya. Saya sendiri Alhamdulillah generasi yang terlahir di tahun 90an yang dapat merasakan serta menyaksikan di layar televisi acara unyil ini. Yah walaupun sekarang acara unyil ini dibangkitkan kembali di salah satu televisi swasta, namun sungguh sangat berbeda dengan konsep unyil yang dulu. Saya ingat, kalau hari Minggu, sehabis mandi pagi saya selalu mantengin televisi untuk menunggu acara televisi yang satu ini, apalagi kalau bukan acara si Unyil.

Kenapa sih sampai rela-rela mantengin televisi untuk menunggu acara yang satu ini? Saya sendiri bingung kalau ditanya demikian. Tapi yang jelas acara ini benar-benar memberikan edukasi ke saya dan bahkan juga ke teman-teman yang lahir di era 80-90an. Tokoh-tokoh yang diciptakan dalam serial Unyil ini juga menurut saya unik-unik. Tapi jujur saja, saya sendiri sangat mengingat tiga tokoh yaitu Unyil, Pak Ogah, dan Pak Raden. Intinya, setelah saya beranjak dewasa ini saya sadar, tontonan televisi saat ini terutama di weekend sudah banyak yang tidak mendidik dan saya sangat bersyukur sekali pernah menonton yang namanya acara Unyil tersebut.

Oh iya selain itu dulu Pak Raden juga punya salah satu acara televisi yang isinya mengajarkan kita tentang teknik-teknik menggambar seperti menggambar sederhana, seperti menggambar hewan, pemandangan dsb, dan beliau juga melakukan dongeng dengan gambarnya lho. Saya ingat banget waktu itu kalau tidak salah saya kelas 1 SD, saya selalu menonton acara televisi satu ini untuk belajar menggambar, sampai-sampai yang namanya buku tulis untuk sekolah saya habis untuk belajar menggambar dengan mengikuti instruksi dari Pak Raden. Pak Raden juga saya bilang adalah maestro dalam mendongeng. Daya imajinasinya yang tinggi serta kreativitasnya, membuat setiap apa yang di dongengkannya memberikan pesan moral bagi kita yang mendengarkannya. Dan dulu saat saya kecil saya selalu punya pikiran kalau Pak Raden itu galak karena gaya bicaranya yang seperti itu apalagi di tambah kumis tebal dan cara tertawanya itu. Tapi jujur saja masa kecil saya sungguh bahagia, saya benar-benar merasakan dunia anak-anak saya, dunia bermain saya.

Namun, kini sosok Pak Raden sudah tiada. Beliau sudah dipanggil oleh Allah yang sungguh sayang kepadanya. Melalui tulisan ini saya ingin berucap “Terima kasih Pak Raden, sudah memberikan kebahagiaan pada masa anak-anak kami serta anak-anak generasi 80-90an. Karya Engkau akan selalu kami kenang, Engkaulah adalah salah satu legenda bagi kami anak-anak generasi 80-90an,semoga Allah menempatkan Engkau di tempat yang layak.” Aamiin…

745 total views, 1 views today

Check Also

aplikasi untuk mudik

Aplikasi Wajib Untuk Mudik

Wah ga terasa yah sudah di akhir bulan Ramadhan aja. Gimana puasanya nih teman-teman Jejeblog? …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *