Home » Chit-Chat » IPK OH IPK…

IPK OH IPK…

Setiap akhir semester sering ngga sih kalian ditanya oleh orang tua “semester ini IPK kamu berapa nak?” atau langsung di introgasi oleh orang tua dengan pertanyaan “kenapa IPK kamu semester ini turun?” bla..bla..bla… sampai-sampai bisa jadi khotbah buat kita hehehe. Hmmm…kali ini saya mau bahas masalah IPK menurut versi saya sendiri, mungkin teman-teman sudah banyak yang membaca dari artikel-artikel lain. Intinya pada tulisan kali ini saya ingin menulis mengenai IPK dari sudut pandang saya. Oh iya sebelumnya kenapa saya ingin banget menulis tentang masalah IPK, itu karena film pendek yang satu ini. Monggo di buffer dulu mas / mba.

Dalam film pendek itu intinya seorang mahasiswa tampak patah semangat karena IPKnya turun. Sang mahasiswa sampai mencoba untuk berbuat hal negatif seperti menyogok dosen untuk bisa menaikkan nilainya. Sampai-sampai sang mahasiswa tertidur dan bermimpi diterima interview di salah satu perusahaan. Saat interview user sang mahasiswa tadi tidak bisa berkutik karena kurangnya soft skill yang dimiliki. Sang mahasiswa hanya berlindung dari IPK yang tinggi.

Memang masih menjadi problematika bagi sebagian besar mahasiswa/i di Indonesia mengenai IPK ini. Kadang-kadang malah menjadi beban sama sekali karena memang mendapat tuntutan dari orang tua harus mendapatkan IPK yang tinggi. Lalu apa salah jika orang tua menuntut seorang anaknya yang sedang berkuliah untuk bisa mendapatkan IPK tinggi?? Tentu tidak gaes, menurut saya dengan kalian mendapatkan IPK yang tinggi sama saja itu ungkapan rasa terima kasih kalian kepada orang tua, karena sudah membiayai kuliah kalian yang tidak murah.

Lalu yang jadi pertanyaan banyak mahasiswa/i adalah “apakah memang penting untuk mendapatkan IPK tinggi itu?” Jawaban saya yah tergantung. Saat teman-teman sudah memikirkan masa depan, tentu teman-teman sudah berpikir ketika akan lulus teman-teman ingin bekerja sebagai apa kan? Ketika teman-teman ingin sekali menjadi seorang karyawan tentu IPK biasanya akan menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi. Namun akan beda halnya jika teman-teman ingin menjadi wirausaha, tentu IPK bukanlah sesuatu yang mutlak diperlukan.

IPK
IPK

Tapi sebenarnya yang menjadi pertanyaan besarnya adalah, “apakah IPK tinggi itu menunjukkan bahwa mahasiswa/i tersebut pintar??” Dari hasil baca sana sini, memang bisa dianggap begitu gaes. Orang yang memiliki IPK tinggi biasanya adalah orang-orang yang pintar, dianggap bisa mendapatkan IPK tinggi berarti mahasiswa/i tersebut bisa paham dengan mata kuliah yang diajarkan dosen. Nah lalu bagaimana dengan orang-orang yang sebenarnya pintar tapi IPKnya pas-pasan? Hmmm..saya sendiri cukup bingung gaes kalau ditanya yang demikian. Tapi saya punya teman yang saya bilang pintar dalam hal coding, IPKnya pas-pasan dan pada akhirnya di putus kuliah karena telah mendapatkan kerja yang layak. Dari sini teman-teman tentu bisa menyimpulkan, mungkin orang-orang yang memiliki IPK pas-pasan itu orang yang sebenarnya pintar, namun mungkin mereka jenuh dengan suasan perkuliahan atau mereka menganggap perkuliahaan tidak ada tantangannya sama sekali, sehingga mereka lebih mengasah soft skill mereka di luar lingkungan perkulihaan dan diluar lingkungan perkulihaan inilah mereka dapat tantangan yang lebih besar sehingga mereka semua mau dan terus mau untuk belajar karena ada pemicu semangatnya. Yah bisa saya bilang orang-orang seperti itu adalah orang-orang yang berani mengambil resiko yang tinggi. Beda halnya dengan mahasiswa/i yang memiliki IPK tinggi, biasanya mereka kurang dalam soft skill yah ini karena mungkin mereka hanya tergantung dari apa yang di dapatkan di perkuliahan, sehingga banyak yang mengotak atik skillnya disitu-situ saja. Sehingga banyak mahasiswa/i yang ber-IPK tinggi mungkin akan kurang soft skillnya.

Intinya sih gini, baik mahasiswa/i yang mempunyai IPK tinggi ataupun pas-pasan semuanya harus dibekali soft skill. Soft skill ini adalah nilai atau parameter lain yang membedakan kita dengan orang lain. Yah inti sebenarnya adalah mengimbangi hard skill kita dengan soft skill. Jadi mau IPK tinggi atau pas-pasan tetap harus imbangi soft skill yah gaes.

1,043 total views, 3 views today

Check Also

aplikasi untuk mudik

Aplikasi Wajib Untuk Mudik

Wah ga terasa yah sudah di akhir bulan Ramadhan aja. Gimana puasanya nih teman-teman Jejeblog? …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *