Home » Chit-Chat » Public Transportation vs Kendaraan Pribadi
Public Transportation

Public Transportation vs Kendaraan Pribadi

Tulisan ini sebenarnya mendapatkan inspirasi dari membaca update status teman saya di media sosial sewaktu saya di dalam angkot perjalanan menuju Gramedia Jalan Merdeka Bandung. Teman saya mengatakan dalam postingannya “terjebak macet melulu, kapan sih bisa lancar!!??.” Hmm… iya dari postingan status teman saya tersebut saya berpikir mengenai sesuatu hal yang pasti selalu dihadapi oleh banyak orang di kota besar yaitu kemacetan.

Kemacetan. Pasti sudah tidak asing lagi buat orang-orang yang hidup di kota besar seperti Jakarta atau kota-kota besar yang lainnya. Hampir setiap hari mungkin orang-orang di kota besar akan mengalami kemacetan dalam melakukan aktivitasnya. Survey membuktikan bahwa kemacetan bisa menaikkan tingkat stress seseorang. Sebuah survei yang dilakukan Health and Safety Executive (HSE) di Inggris, hampir 5 juta pekerja di negara itu mengaku sangat stres. Studi itu juga menemukan adanya keterkaitan stres dengan gejala sakit punggung dan kesehatan mental yang buruk.

Saat ini penyebab utama kemacetan adalah semakin meningkatnya kendaraan-kendaraan pribadi. Baik itu motor ataupun mobil. Untuk mendapat kendaraan-kendaraan tersebut saat ini kita ngga perlu lagi berpikir panjang, karena sudah ada sistem kredit yang terbilang sangat terjangkau. Dengan DP yang murah dan cicilan tiap bulan yang bisa dibilang terjangkau, maka setiap orang mampu untuk membawa pulang kendaraan idamannya. Dan booommm… terjadilah peningkatan kendaraan di jalan-jalan kota besar.

Kemacetan Kota Besar

Lalu bagaimana cara untuk mengurangi kemacetan? Apakah hanya menunggu hasil-hasil pemikiran pemerintah? Hmmm… rasanya tidak. Menurut opini saya, yang mampu mengurangi kemacetan adalah diri kita sendiri. Iya… diri kita sendiri, mau bagaimanapun pemerintah bersusah payah untuk membuat program guna mengurai ataupun mengurangi kemacetan di jalan raya, jika kita belum sadar dan belum bisa bergerak hatinya untuk mengurangi kemacetan, yah sama saja program pemerintah tersebut hanya akan mendapatkan nilai nol besar.

Lalu bagaimana caranya kita berpartisipasi dalam mengurangi kemacetan? Caranya cukup mudah kok. Cukup memanfaatkan yang namanya public transportation yang sudah ada. Dengan kita menggunakan public transportation setidaknya kita membangun kesadaran ke diri kita sendiri untuk mengurangi kemacetan di jalan raya. Banyak orang mengomel tentang macet kemudian update di status media sosialnya, tapi mungkin orang tersebut juga menjadi salah satu orang yang menjadi faktor penyebab kemacetan karena menggunakan kendaraan pribadi. Please gaes, jika kita memang niat banget buat mengurangi kemacetan, sadarkan diri kita terlebih dulu untuk menjadi bagian dimana kita memang orang-orang yang bergerak hatinya untuk mengurangi kemacetan.

Tapi naik public transportation itu banyak kurangnya bro seperti fasilitas yang kurang baik, banyak preman, ga nyaman dan lain-lain lah pokoknya. Kalau ini penyebabnya kenapa setiap orang takut untuk menggunakan public transportation, saya berpikirnya malah seperti ini. Jika semakin banyak orang-orang yang sadar untuk bisa menggunakan public transportation, itu berarti akan menjadi tugas pemerintah untuk benar-benar membenahi serta meningkatkan public transportation baik dari segi kualitas dan yang lain-lainnya. Semakin banyak yang menggunakan public transportation maka pemerintah pasti juga akan berpikir mengenai kenyamanan pengguna public transportation? Iya ngga? Tapi toh pemerintah, terutama yang di Jakarta nih, sudah mencoba berjuang untuk menciptakan public transportasi yang nyaman kan?

Terminal Bus Blok M

Saya mungkin termasuk orang yang suka sekali menggunakan public transportation. Saya bahkan sering naik kopaja dari terminal Blok M menuju terminal kampung Rambutan. Iya saya menikmati perjalanan singkat tersebut, kenapa?? Tiga alasan berikut menjawab mengapa saya suka menggunakan public transportation.

  1. Ada hiburan. Kalau naik kopaja atau angkot pasti selalu ada hiburan silih berganti. Suara-suara merdu para pengamen-pengamen jalanan ataupun penyair-penyair jalanan yang membawakan puisi-puisi dari penyair terkenal selalu bisa saya dengarkan. Dan jujur ini adalah hiburan yang ngga akan bisa saya dapatkan jika saya menggunakan kendaraan pribadi.
  2. Saling berbagi. Jika kita menggunakan public transportation seperti kopaja atau angkot karena banyaknya para penghibur-penghibur jalanan kita bisa membagikan rejeki kita yang mungkin kecil buat kita, namun bisa menghidupi mereka. Disini ada sebuah pelajaran yang penting bagi saya, yaitu rasa untuk saling berbagi kepada sesama. Mereka mencari nafkah dengan cara mereka yang halal dan kita yang sudah diberikan rejeki lebih oleh Tuhan juga sebaiknya saling berbagi kepada mereka.
  3. Saling komunikasi. Di dalam public transportation kita bisa saling komunikasi antar penumpang satu dengan yang lainnya. Bahkan malah bisa menjadi teman baru. Hal ini tentu tidak bisa kita dapatkan jika kita menggunakan kendaraan pribadi.

Yupz… itulah tiga alasan mengapa saya gemar sekali menggunakan public transportation. Kita bisa kok seperti negara-negara maju yang memiliki public transportation dengan kualitas yang jempolan, asalkan kita juga menjadi seseorang yang mau menggunakan public transportation. Coba pikirkan jika kita bisa mengajak satu orang setiap harinya untuk menggunakan public transportation dan pengguna public transportation semakin meningkat, pasti pemerintah akan memperhatikan untuk meningkatkan public transportation tersebut. Saya juga tidak melarang untuk menggunakan kendaraan pribadi, tapi memang ada baiknya kita benar-benar menggunakan kendaraan pribadi sesuai dengan kapasitasnya. Seperti menggunakan motor ketika kita ingin menempuh jarak > 25 km dan menggunakan mobil ketika menempuh jarak >50 km dengan membawa banyak penumpang. Yuk, mulai sekarang sadarkan diri kita untuk mau menggunakan public transportation guna mengurangi kemacetan di jalan. -jejeblog-

Note : tulisan ini adalah hasil pemikiran saya pribadi. Saya memohon maaf jika ada pihak-pihak yang tersinggung karena tulisan ini ataupun kata-kata di tulisan ini yang kurang berkenan.

3,233 total views, 2 views today

Check Also

aplikasi untuk mudik

Aplikasi Wajib Untuk Mudik

Wah ga terasa yah sudah di akhir bulan Ramadhan aja. Gimana puasanya nih teman-teman Jejeblog? …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *